Senin, 23 Oktober 2017

Perbulan RSUD Minta 300 Kantong Darah

id Perbulan RSUD, embung fatimah, PMI, Darah, Minta 300 Kantong Darah
Darah itu banyak diberikan pihak RSUDEF kepada pasien yang menderita kekurangan darah atau anemia
Batam (Antara Kepri) - Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Batam mencatat, Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUDEF), Batu Aji, paling banyak meminta pasokan darah bahkan dalam sebulan hampir 300 kantong darah.

"Banyak pasien yang dirujuk ke kami dalam keadaan kondisi parah. Dimana RS tipe C sudah tidak bisa menanggulanginya," kata Wakil Direktur RSUDEF, Sri Wiajayanti, Kamis.

Ia mengatakan, RSUDEF banyak mendapatkan rujukan dari berbagai klinik dan RS tipe C yang tidak sanggup menangani pasiennya.

Karena itu pihaknya kerap meminta darah ke PMI. Sri mengatakan di RSUDEF, juga ada pasien yang menderita kanker. Pasien-pasien tersebut sangat membutuhkan tambahan darah.

Namun Sri menyatakan permintaan darah ke PMI tidak sampai 300 kantong. Ia menjelaskan pada Agustus lalu, pihaknya sempat meminta darah ke PMI sebanyak 279 kantong.

"Bulan sebelumnya (Juli) hanya 180 kantong," jelas Dia. Sri menjelaskan, saat ini persediaan darah di bank darah RSUDEF masih sangat cukup.

Hanya saja ada golongan darah yang sangat sulit diperoleh RSUDEF. "Yang susah itu golongan AB," Jelas Sri. 

Dr Novia Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Batam, menjelaskan RSUDEF dalam sebulan bisa mengajukan permintaan 300 kantong darah dalam sebulan.

Menurut Novia, darah-darah itu banyak diberikan pihak RSUDEF kepada pasien yang menderita kekurangan darah atau anemia. 

"Ada juga untuk pasien yang habis operasi dan korban kecelakaan," ujar Novia.

Novia juga menjelaskan PMI mensuplai lebih dari seribu kantong darah untuk seluruh RS yang ada di Batam. "Permintaan rumah sakit tinggi. Tapi masih bisa tertutupi," jelas dia.

Menurut dia dalam sebulan, PMI Kota Batam bisa mendapatkan 1.500 kantong darah dari masyarakat yang mendonorkan darahnya dalam berbagai kegiatan. (Antara)

Editor: Evy R. Syamsir

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga