Senin, 23 Oktober 2017

Gubernur Minta IWO Karimun Tepis Berita Bohong

id Gubernur,Minta,IWO,Karimun,Tepis,Berita,Bohong,wartawan,online
Gubernur Minta IWO Karimun Tepis Berita Bohong
Gubernur Kepri Nurdin Basirun (antarakepri.com/Rusdianto)
Pemahaman masyarakat dalam menyerap berita di media 'online' tidak sama, ada yang menelan bulat-bulat dan ada yang tidak langsung percaya. Jadi, adik-adik harus menyiarkan berita yang konstruktif, dan saya meminta IWO dapat meminimalisasi dan menepis
Karimun (Antara) - Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun meminta Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karimun, berperan meminimalisasi, dan menepis berita-berita bohong.

"Pemahaman masyarakat dalam menyerap berita di media 'online' tidak sama, ada yang menelan bulat-bulat dan ada yang tidak langsung percaya. Jadi, adik-adik harus menyiarkan berita yang konstruktif, dan saya meminta IWO dapat meminimalisasi dan menepis berita bohong atau 'hoax'," kata dia kepada sejumlah wartawan di Kantor Bupati Karimun, Rabu.

Nurdin Basirun menilai, keberadaan IWO sebagai organisasi profesi wartawan "online" sangat tepat. Dia mendukung terbentuknya IWO di Karimun maupun Provinsi Kepri yang diharapkan mampu menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi wartawan "online".

"Artinya, adik-adik (wartawan media online) peka terhadap perkembangan zaman, menjawab perkembangan teknologi informasi yang sudah serba 'online'," kata dia.

Dia mengemukakan, semua kalangan harus jeli dan mampu menjawab perkembangan zaman, atau akan tertinggal di tengah derasnya informasi global.

Keberadaan media "online", menurut gubernur, juga sangat membantu pemerintah dalam menginformasikan program-program pembangunan dengan cepat tanpa meninggalkan fakta dan keakurasian berita yang disiarkan.

"Suka atau tidak suka, sudah saatnya kita beralih ke teknologi digital. Kalau kita melihat mal sepi, bukan berarti tidak ada pembeli, tapi mereka sudah beralih untuk belanja secara 'online'. Begitu juga dengan informasi, masyarakat mulai beralih mencari informasi lewat internet, seperti di media 'online', media sosial dan lain sebagainya," tutur pria yang pernah tiga periode menjabat Bupati Karimun tersebut.

Menurut dia, keberadaan Ikatan Wartawan Online merupakan sebuah terobosan dan pemikiran yang sangat tepat. Namun dia mengingatkan, kepada segenap wartawan "online" agar terus mengembangkan kemampuan diri dalam menjalankan tugas jurnalistik, menyatukan hati dan membangun kebersamaan untuk membangun daerah dan bangsa.

Pengurus Daerah IWO Karimun untuk periode 2017-2022 terbentuk setelah tiga wartawan "online" di Karimun menerima mandat untuk menyusun kepengurusan, dan rencananya akan dilantik pada 24 Oktober 2017.

Sebelumnya, IWO pusat telah menyelenggarakan Musyawarah Besar I pada 8-9 September 2017 di Jakarta, dengan agenda menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, menyusun Kode Etik Wartawan Online (KEWO) dan menyusun program kerja lima tahun ke depan. (Antara)

Editor: A Jo Seng Bie

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga