Kamis, 19 Oktober 2017

Panbil Targetkan Kota Baru Terbangun Dua Tahun

id Panbil,Target,Kota,Baru,johanes,kennedy,komisaris,jaya,annurya,feri,terminal,hotel,pariwisata,Terbangun,Dua,coastal,are,karimun,Tahun
Panbil Targetkan Kota Baru Terbangun Dua Tahun
Komisaris Utama Panbil Group Johanes Kennedy disaksikan Bupati Karimun Aunur Rafiq (4 kiri) dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kepri Syamsul Bachrum memotong tumpeng tanda syukur dimulainya pembangunan Kota Baru Coastal Area Karimun, Rabu (9/8). (antarakepri.com/Nursali)
Karena pembangunannya jangka panjang, maka kami akan menggunakan konsultan ternama yang berkelas dunia. Supaya hasil pekerjaan ini bisa kita andalkan, dapat secara teruji, dan dapat dilaksanakan dengan memiliki 'record' sudah teruji di belahan dunia
Karimun (Antara Kepri) - Komisaris Utama Panbil Group Johanes Kennedy menargetkan Kota Baru Coastal Area, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau terbangun dalam dua tahun.

"Target kami dua tahun, sejak peletakan batu pertama pembangunan feri terminal. Kota Baru Coastal Area sudah beroperasi," kata dia dalam acara syukuran dimulainya pembangunan Kota Baru Coastal Area di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Menurut Johanes Kennedy, untuk tahap awal pembangunan kota baru tersebut, Panbil Group melalui anak perusahaan PT Jaya Annurya Karimun akan membangun feri terminal, hotel dan mal atau pusat perbelanjaan modern pada lahan seluas 15 hektare dari total lahan yang dialokasikan sekitar 95 hektare.

Dia mengatakan, nilai investasi untuk pembangunan tahap awal itu mencapai Rp1,7 triliun.

"Karena pembangunannya jangka panjang, maka kami akan menggunakan konsultan ternama yang berkelas dunia, supaya hasil pekerjaan ini bisa kita andalkan, dapat secara teruji, dan dapat dilaksanakan dengan memiliki 'record' sudah teruji di belahan dunia lain, terutama di kawasan ASEAN," tuturnya.

Untuk pembangunan mal, jelas dia, akan didatangkan konsultan ternama Icom, asal Amerika Serikat yang memiliki kantor di Singapura dan Jakarta. Saat ini, detil rancangan bangunan mal itu sedang dalam tahap penyelesaian.

Sedangkan untuk kegiatan reklamasi, menggunakan konsultan Royal Hastone, asal Belanda yang dikenal sangat ahli dalam hal penimbunan atau reklamasi, dan jasa konsultan ini banyak digunakan untuk kegiatan reklamasi di daerah lain, seperti di Jakarta.

Ia berharap terminal feri yang dibangun menjadi relokasi pelabuhan yang sudah ada. Dan bangunan kota baru ini tetap tidak akan meninggalkan bangunan-bangunan di sekelilingnya, dimana desain bangunan kota baru ini akan bermuara pada kota asli Karimun.

"Jadi pada akhirnya nanti pembangunan ini akan bertemu dengan kota lama yang ada di Karimun sepanjang enam kilometer." katanya.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan, pembangunan Kota Baru Coastal Area semata untuk mendorong perekomian Karimun, dan pihaknya tidak akan meninggalkan atau menafikan warga tempatan, baik dalam proses pengerjaan maupun dalam menikmati hasil dari pekerjaan.

"Kami berharap dukungan masyarakat. Karena ini untuk karimun, maka yang akan diprioritaskan sebagai tenaga kerja adalah warga setempat. Itu merupakan komitmen awal dari kami. Kami tidak tahu persis kapan investasi yang kami tanam bisa kembali, tapi yang jelas, ketika bangunan ini selesai, maka yang akan menikmati adalah warga Karimun," tuturnya.

Jonanes Kennedy juga mengatakan pihaknya akan memastikan pada seluruh bangunan yang dirancang tersebut tidak mengenyampingkan keberadaan penduduk setempat, dimana pihaknya akan menata labuh perahu nelayan tradisional.

"Nanti akan kita tata, bahkan nanti akan kita kombinasikan menjadi satu tempat kuliner, pasar ikan dan tempat terbuka yang dapat dinikmati secara publik," katanya.

Ia menambahkan salah satu tujuan dibangunnya kota baru ini ialah untuk menarik pasar dari Singapura, mengingat letak geografis Kabupaten Karimun yang sangat strategis.

Kemudian untuk menciptakan destinasi baru bagi para wisatawan asing yang lebih menghabiskan waktu akhir pekan mereka ke Batam dan lagoi pada waktu-waktu sebelumnya.

Di tempat yang sama, Pemerintah Provinsi Kepri, melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setprov Kepri, Syamsul Bachrum mengatakan, pembangunan kota baru di Karimun bagian dari peran serta swasta dalam mengisi pembangunan di Karimun, dimana hal tersebut sangat dibutuhkan oleh suatu daerah yang tengah berkembang.

"Justru pembangunan ini saling mengisi, dan pariwisata ini akan mencapai titik kejenuhan apabila tidak memiliki variasi tujuan daerah-daera tujuan wisata," katanya.

Hal ini, menurutnya akan sangat menguntungkan Karimun, dimana para wisatawan secara otomatis akan menambah daftar kunjungannya ke Karimun.

"Oleh sebab itulah, ketika orang sampai ke Karimun, mereka akan bertanya, mereka akan kemana? Sehingga dengan waktu yang terbatas, mereka dapat menikamati," katanya.

Sementara itu, Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengatakan pemerintah daerah setempat mendorong pembangunan kota baru tersebut, dimana pihaknya menyediakan lahan 95 hektare yang diberikan dan dibangun secara bertahap oleh pengembang.

"Luas lahan yang sekarang ini 15 hektare, keseluruhannya ada 95 hektare yang akan dibangun secara bertahap dengan 5 fase," kata Aunur Rafiq. (Antara)

Editor: Adi Lazuardi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga