Kamis, 19 Oktober 2017

Kepri Deflasi 3,27 Persen pada Juli 2017

id Kepri,Deflasi,kepulauan,riau,Juli,2017,inflasi
Andil terbesar deflasi administered price bersumber dari penurunan tarif angkutan udara sebesar 8,62 persen (mtm) dengan andil deflasi 0,40 persen
Batam (Antara Kepri) - Provinsi Kepulauan Riau mengalami deflasi sebesar 3,27 persen (yoy) atau 0,04 persen (mtm) pada Juli 2017, menurun dibanding Juni 2017 yang inflasi 4,73 persen (yoy) atau 1,04 persen (mtm).

Sekretaris II Tim Pengendali Inflasi Daerah Kepri, Eko Waluyo Purwoko di Batam, Kepri, Selasa, menyatakan data itu berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang dicatat timnya.

"Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK hingga Juli mencapai 1,99 persen (ytd), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional tahun kalender sebesar 2,60 persen (ytd) dan inflasi nasional sebesar 0,22 persen (mtm) atau 3,88 persen (yoy)," kata Eko.

IHK Juli juga lebih rendah dibanding rata-rata selama tiga tahun terakhir yang mencatatkan inflasi 0,09 persen (mtm).

Berdasarkan data TIPD, kelompok komoditas harga yang ditetapkan pemerintah (administered price) menjadi penyumbang terbesar deflasi dengan andil 0,38 persen, diikuti oleh inflasi volatile foods dengan andil 0,12 persen dan kelompok komoditas inti yang mengalami inflasi dengan andil 0,22 persen.

Deflasi kelompok administered price sebesar 1,57 persen (mtm), sedangkan bulan sebelumnya inflasi sebesar 3,94 persen (mtm).

"Andil terbesar deflasi administered price bersumber dari penurunan tarif angkutan udara sebesar 8,62 persen (mtm) dengan andil deflasi 0,40 persen," kata dia.

Penurunan tarif angkutan udara memang biasa terjadi setiap liburan Hari Raya Idul Fitri usai, seiring dengan penurunan jumlah penumpang.

Kelompok volatile food mencatatkan inflasi sebesar 0,65 persen (mtm) menurun dibanding bulan sebelumnya yang inflasi sebesar 0,76 persen (mtm).

Andil terbesar inflasi bersumber dari komoditas bawang merah, daging ayam ras, dan kangkung dengan inflasi masing-masing sebesar 19,37 persen (mtm), 4,75 persen (mtm), dan 10,34 persen (mtm).

Ia memperkirakan kenaikan harga itu karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil di Jawa dan Sumatera.

Sementara kelompok inti mencatatkan inflasi 0,38 persen (mtm), meningkat dibanding bulan sebelumnya yang deflasi sebesar 0,03 persen (mtm).

Andil terbesar inflasi bersumber dari komoditas biaya sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

"Kenaikan biaya sekolah merupakan pola musiman setiap tahun ajaran baru, yaitu periode Juli hingga September," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga