Kamis, 19 Oktober 2017

Balakecrakan Paguyuban Pasundan Batam Berdaun 120 Meter

id Balakecrakan,Pasundan,daun,pisang,tradisi,paguyuban,sunda,batam
Balakecrakan Paguyuban Pasundan Batam Berdaun 120 Meter
Balakecrakan, memeriahkan halalbihalal komunitas Paguyuban Pasundan Batam, Minggu, 16 Juli 2017. (antarakepri.com/Jo Seng Bie)
Seru. Ini seru untuk kebersamaan. Saya mendapatkan banyak teman baru di sini
BALAKECRAKAN, acara berkumpul dengan suka cita sambil makan nasi hangat berikut lauk-pauk dan sayuran digelar Paguyuban Pasundan di hamparan 120 meter deretan daun pisang di Pantai Taman Marina Sei Temiang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (16/7).
 
Paguyuban Pasundan Batam Sektor Batuaji, selaku tuan rumah halalbihalal pascaperayaan Idul Fitri 1438 H itu, menyajikan jengkol semur, ayam bakar, lele bakar, tahu sumedang, kerupuk, sambal terasi, mentimun, sayur asem, ikan asin goreng, urab, bala-bala, dan lalaban. Bagi penyuka makanan pedas, tersedia cabai rawit segar.

Didahului dengan penghimpunan derma untuk warga yang sakit, kemudian shalat Dzuhur berjamaah, Balakecrakan pun dimulai. 

Ratusan warga komunitas itu dala  dua grup terpisah antara perempuan dan pria, makan bersama sambil lesehan beralaskan karpet yang memanjang di atas rumput  bawah pohon pinus hingga pendopo pantai tersebut. 

Para peserta lesehan berhadapan, menikmati kuliner massal yang disediakan panitia, hasil sumbangan dari beberapa warga komunitas. 

Semboyan acara ramah tamah yang juga diisi dengan tausiah, perlombaan ketangkasan kanak-kanak dan musik dan tari tradisi itu adalah Sunda Guyub, Sunda Maju, Sunda Sejahtera.

"Panjang daun pisang yang dijejerkan 120 meter. Jumlah peserta 436 orang, belum termasuk kanak-kanak. Jumlah ini sesuai target kami," kata Mamat, aktivis Paguyuban Pasundan sektor Batuaji, selaku ketua panitia. 

Hamparan hidangan Balakecrakan hari itu menjadi yang terpanjang sejak Paguyuban Pasundan berdiri di Batam tahun 2003 sebagai wadah bagi orang Sunda dari Jabar dan Banten agar saling kenal di perantauan, bersatu, kompak, dan saling membantu untuk meningkatkan taraf hidup di bidang sosial, keagamaan, seni, budaya, dan perekonomian.  

"Seru. Ini seru untuk kebersamaan.  Saya mendapatkan banyak teman baru di sini," ujar Ghazi (13),  yang baru pertama kali ikut beramai-ramai menikmati hidangan Balakecrakan beralaskan daun pisang, tanpa piring, sendok dan garpu. 

Ibu Ghazi, Budiarti mengatakan, "Saya orang Jawa Yogyakarta. Suami saya orang Sunda Tasikmalaya. Acara seperti ini sangat bagus untuk berkenalan dan mempererat tali silaturahim."

Dari perkenalan dan kelak keakraban dengan sesama warga komunitas, warga Griya BTN Sagulung Batam itu berharap akan dapat pula mengembangkan bisnis sablon dan percetakan milik keluarganya.

Ketua Paguyuban Pasundan Kota Batam Tira Sonjaya menyatakan terharu menyaksikan banyak warga komunitasnya datang dengan hati gembira.

"Ini menandakan bahwa berkumpul adalah suatu kebutuhan bagi individu-individu, dan tempat seperti ini lebih cocok. Berbeda bila diselenggarakan di gedung mewah, di tempat ini, semua kalangan tidak sungkan datang," katanya.

Ketua Paguyuban Pasundan Kepri Dede Suparman menyatakan bersyukur sebab persiapan panitia hanya tiga hari, tetapi yang hadir lebih kurang 700 orang.

"Nanti perlu dibuat lagi dengan lebih 'greget'," kata Dede.

Paguyuban Pasundan di Kepri bermula 14 tahun silam di Batam. Kepengurusannya, kini meliputi  Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan lima kabupaten yaitu Karimun, Bintan, Lingga, Natuna, dan Kepulauan Anambas.

Dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Paguyuban Pasundan Kota Batam telah menerima bantuan seperangkat waditra (alat musik) gamelan karawitan Sunda. "Nanti setiap pengurus di enam kota dan kabupaten lain di wilayah Kepri akan mendapatkan bantuan serupa," kata Dede.

Selain berfungsi sebagai wadah untuk kegiatan advokasi, yasinan, bakti sosial sunatan massal, Paguyuban Pasundan bergerak dalam bidang pelatihan, dan pertunjukan seni Sunda, misalnya, degung, suling, calung, jaipongan, pencak silat, dan debus. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga