Sabtu, 19 Agustus 2017

Polda Kepri Antisipasi Masuknya Terorisme dari Filipina

id Polda,Kepri,Antisipasi,Terorisme,Filipina
Bisa saja mereka dari Filipina ke Malaysia, selanjutnya baru masuk ke Indonesia memanfaatkan perairan Kepri yang terbuka
Batam (Antara Kepri) - Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Sam Budigusdian mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak mengantisipasi anggota teroris dari Marawi, Filipina, masuk ke Indonesia melalui perairan Kepri.

"Kami terus koordinasi dengan BIN, TNI, Imigrasi, dan pihak-pihak lain mengawasi pergerakan anggota terorisme. Jangan sampai karena di perbatasan Indonesia dengan Filipina yang sudah dijaga ketat oleh TNI dan Polri membuat mereka bergerak menuju Malaysia dan masuk Indonesia melalui Kepri," kata Sam di Batam, Jumat.

Menurut dia, pengawasan yang ketat di perbatasan antara Indonesia dan Filipina membuat peluang anggota teroris di Marawi yang tengah digempur militer setempat bisa masuk ke Indonesia.

Meskipun jauh, kata Sam, namun posisi Kepri yang berbatasan perairan dengan sejumlah negara harus diawasi secara ketat agar tetap aman dan tidak menjadi jalur pergerakan anggota teroris.

"Bisa saja mereka dari Filipina ke Malaysia, selanjutnya baru masuk ke Indonesia memanfaatkan perairan Kepri yang terbuka," kata dia.

Banyaknya TKI yang pulang dari Malaysia melalui Kepri untuk merayakan Lebaran Idul Fitri, kata dia, juga perlu diwaspadai jangan sampai diantaranya disusupi anggota teroris untuk masuk ke Indonesia.

"Jangan sampai mereka masuk ke Indonesia bersama dengan TKI yang mudik melalui jalur tidak resmi. Ini harus menjadi perhatian dan diantisipasi bersama-sama," kata Sam.

Kawasan Kepri khususnya Batam, Bintan, dan Karimun yang bisa ditempuh dengan pelayaran dari Johor Malaysia kurang dari satu jam menjadikan wilayah tersebut salah satu jalur pengiriman dan kembalinya TKI secara ilegal.

Beberapa kali upaya pengiriman TKI ilegal bisa digagalkan, namun diperkirakan banyak yang lolos untuk masuk ke Malaysia secara ilegal.

"Sebagian anggota teroris di Marawi diketahui sebagai warga Indonesia. Jadi perlu peran semua pihak agar tidak ada yang lari ke Indonesia apalagi melakukan aksi di Indonesia," kata Sam. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga