Jumat, 20 Oktober 2017

Sejumlah Tokoh Deklarasikan Badan Perjuangan Provinsi Barelang

id provinsi barelang, soerya respationo provinsi barelang, soerya espationo, badan perjuangan provinsi barelang, taba iskandar, kepulauan riau, asmin pat
"Untuk memperjuangkan Provinsi Khusus Barelang, kami akan segera bekerja dengan sungguh-sungguh, tulus dan iklas demi pembangunan Pulau Batam, Rempang, Galang dan pulau sekitarnya. Serta tercapainya cita-cita Batam sebagai ujung tombak ekonomi nasion

Batam (AntaraKepri) - Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, pada Minggu (11/6) malam, mendeklarasikan Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Khusus Batam Rempang Galang (Barelang) yang diharapkan menjadi solusi alternatif atas segala permasalahan di Kota Batam.

Di antara tokoh tersebut adalah Mantan Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Soerya Respationo (selaku Ketua Dewan Pertimbangan), Taba Iskandar (ketua umum), Sukri Fahrial, Asmin Patros yang dikini menjabat anggota DPRD Kepri.

Dalam susunan kepengurusan Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Khusus Barelang tersebut, juga terdapat sejumlah tokoh ekonomi, akademisi, LSM, dan politik.

"Untuk memperjuangkan Provinsi Khusus Barelang, kami akan segera bekerja dengan sungguh-sungguh, tulus dan iklas demi pembangunan Pulau Batam, Rempang, Galang dan pulau sekitarnya. Serta tercapainya cita-cita Batam sebagai ujung tombak ekonomi nasional," kata Taba.

Menurut Taba, pembentukan provinsi khusus bisa menjadi solusi dalam mengatasi sejumlah persolan di Batam. Satu di antaranya masalah ekonomi yang saat ini hanya tumbuh dua persen sementara inflasi sudah di atas dua persen.

"Pertumbuhan ekonomi Batam semakin mengkhawatirkan. Ini terburuk dalam sejarah Batam yang biasanya jauh di atas nasional. Posisi Batam yang strategis belum mampu dikelola dengan baik," kata dia.

Provinsi khusus, kata dia, untuk mendorong percepatan pertumbuhan, sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia seperti cita-cita awal pemerintah saat menjadikan Pulau Batam sebagai kawasan perdagangan bebas.

"Batam sejak awal sudah dirancang untuk bersaing dengan Singapura, Malaysia serta negara Asia lainnya. Hingga 1999 tidak ada kota di manapun yang tumbuh sepesat Batam. Namun setelah itu hingga saat ini justru semakin menurun sehingga tidak bisa bersaing dengan negara lain," kata Taba.

Pembentukan badan perjuangan tersebut, kata dia, merupakan langkah awal dan akan dilanjutkan dengan kajian akademis yang secara lengkap akan terwujud akhir 2017.

Di tempat yang sama, Dewan Pertimbangan Badan Perjuangan Pembenukan Provinsi Khusus Barelang, Soerya Respationo mengatakan badan tersebut sangat terbuka untuk diskusi dan bertukar pikiran mengenai solusi terbaik bagi Batam.

"Kalau ada yang setuju dan tidak setuju, itu wajar. Itu bisa bicarakan dengan duduk bersama. Kami gunakan hasil kajian untuk berdiskusi dan bukan berkoar di media sosial," kata Soerya.

Menurut Soerya, pembentukan provinsi khusus Batam tidak akan menjadikan Provinsi Kepri sebagai induk tertinggal.

"Kepri memiliki potensi besar dalam perekonomian, tanpa Batam. Kabupaten Anambas dan Natuna, daerah yang potensial jika dikelola dengan baik," kata pria yang pernah menjabat Wakil Gubernur Kepri itu. (Antara)
 
Editor: Yunita

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga