Jumat, 20 Oktober 2017

PPP Kepri Ingin Mustafa Widjaja sebagai Cawagub

id PPP,Kepri,Mustafa,Widjaja,Cawagub,calon,wakil,gubernur
Kami lebih inginkan Mustafa, karena komunikasinya sangat baik, dibanding Fauzi Bahar
Tanjungpinang (Antara Kepri) - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (DPW PPP Kepri) menginginkan Mustafa Widjaja mendapat rekomendasi dari seluruh partai pengusung sebagai calon wakil gubernur.

"Kami lebih inginkan Mustafa, karena komunikasinya sangat baik, dibanding Fauzi Bahar," kata Ketua DPW PPP Kepri Syarapudin Aluan, di Tanjungpinang, Senin.

PPP, satu dari lima partai pengusung HM Sani (almahum)-Nurdin Basirun pada Pilkada Kepri tahun 2015. PPP satu-satunya partai pengusung yang merekomendasikan tiga nama sebagai Cawagub Kepri yakni Isdianto, Mustafa Widjaja dan Fauzi Bahar.

Nama Fauzi Bahar muncul setelah DPW PPP Kepri mengusulkan Isdianto dan Mustafa Widjaja.

"Rekomendasi itu hak DPP PPP, kami hanya menjalaninya saja, tetapi memang saya mendapat informasi itu mendadak, karena sebelumnya tidak diinformasikan," ujar Aluan.

Aluan kurang tertarik dengan Fauzi lantaran terlalu ngotot untuk menjadi Cawagub Kepri. "Saya harus berhati-hati dengan sikap Fauzi. Apa motivasinya hingga ngotot sekali," katanya.

Ia juga menyinggung sikap Fauzi yang tidak pantas dilakukan kepada dirinya. "Saya dipantau terus olehnya," katanya.

Menurut dia, potensi Mustafa, mantan Ketua Otorita Batam direkomendasikan sebagai Cawagub Kepri cukup besar. Komunikasi Mustafa dengan sejumlah pengurus partai pengurus akan memudahkan langkah Mustafa menuju Kepri-2.

Agus Wibowo, Wakil Ketua DPRD Bintan yang diusung Partai Demokrat dan Gubernur Nurdin sebagai Cawagub Kepri diperkirakan mengalami hambatan. Hal itu disebabkan Agus sampai sekarang belum berkomunikasi dengan pengurus partai pengusung.

Sampai sekarang, lanjutnya Agus belum pernah berkomunikasi dengan pengurus PPP Kepri maupun pusat. Seharusnya, komunikasi Agus kepada pengurus partai pengusung selain Demokrat lancar menjelang berakhirnya kerja Panitia Khusus Pemilihan Cawagub Kepri.

"Padahal di media massa sudah disinggung berulang kali, tetapi mungkin dia tidak baca berita sehingga mengabaikannya," katanya.

Aluan berpendapat kerja Pansus Pemilihan Cawagub Kepri tidak sulit jika partai pengusung memiliki pandangan yang sama dalam menetapkan dua Cawagub Kepri. Permasalahan muncul lantaran hanya Isdianto yang diusung lima partai pengusung, sedangkan satu kandidat lainnya berbeda.

"Kalau rekomendasi partai pengusung sama semua, paling kerja Pansus Pemilihan Cawagub Kepri hanya sekitar dua pekan," ujarnya. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga