Jumat, 23 Juni 2017

Kemenpar Susun Tata Kelola Destinasi Pariwisata Batam

id Kemenpar,Susun,Tata,Kelola,Destinasi,Pariwisata,Batam
Misalnya wisata halal, Indonesia memang mendapat penghargaan banyak, tapi di ASEAN masih rengking 4, kalah dengan Thailand dan Malaysia. Ini PR, bagaimana mengembangkan pariwisata halal
Batam (Antara Kepri) - Kementerian Pariwisata menyusun tata kelola destinasi wisata Kota Batam Kepulauan Riau dalam tujuh kelompok yaitu wisata perbatasan, pariwisata berkelanjutan, wisata halal, homestay, wisata budaya, wisata bahari dan digital tourism.

Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harini di Batam, Kamis, menyatakan pemerintah berupaya memfasilitasi tata kelola pariwisata di daerah, sebagai referensi pengembangan produk berdasarkan lokasinya.

"Misalnya wisata halal, Indonesia memang mendapat penghargaan banyak, tapi di ASEAN masih rengking 4, kalah dengan Thailand dan Malaysia. Ini PR, bagaimana mengembangkan pariwisata halal," kata dia.

Pertumbuhan wisata halal menunjukan tren positif merujuk dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan muslim dari negara-negara Timur Tengah. Pemerintah meyakini, kunjungan Raja Arab Saudi ke Indonesia beberapa waktu lalu akan membawa gelombang wisatawan Umat Islam untuk berlibur.

Kementerian Pariwisata mendorong Pemda membuat lebih banyak destinasi wisata halal untuk menarik lebih banyak kunjungan turis muslim.  

Selain itu, daerah perbatasan seperti Batam dinilai memiliki banyak potensi pariwisata yang bisa dikembangkan, namun kesiapan aksesbilitas, amenitas serta kompetensi SDM masih menjadi kendala.

Pengembangan pariwisata perbatasan, juga dianggap sesuai dengan Nawa Cita, yaitu membangun dari pinggiran.

Sementara itu, Staf Khusus Pariwisata Bidang Teknologi Informasi, Sam Nugrohgo menyatakan dalam memasarkan pariwisata, maka pemerintah harus memanfaatkan media digital.

Apalagi, pertumbuhan penggunaan perangkat teknologi informasi berbasis internet meningkat, sehingga pariwisata Indonesia harus menyesuaikan diri dengan perkembangan global.

"Seperti yang sering diungkap Menteri Pariwisata, semakin digital semakin personal, semakin digital semakin profesional dan semakin semakin digital semakin global," kata dia. (Antara)

Editor: Rusdianto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga